Sunday, October 1, 2017

contoh kasus manajemen resiko kredit PT PLN

CONTOH RESIKO KREDIT

PT PLN (Persero)

contoh kasus manajemen resiko kredit PT PLN
PT PLN (Persero)

Garap Proyek 35.000 MW, PLN Utang ke Bank Dunia Hingga Bank lokal


        Terkait dengan hutang yang dimiliki oleh PT PLN (Persero), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sudah menyurati Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Menteri BUMN, Rini Soemarno. Dalam surat tersebut,  Sri Mulyani sudah mengkhawatirkan mengenai kondisi keuangan PLN akibat dari bunga pinjaman dan pembayaran pokok. Tidak hanya itu, sekarang ini PLN juga sudah dibebani dengan investasi proyek listrik yang mencapai 35.000 MW yang sudah merupakan penugasan dari pemerintah. Tidak hanya Sri Mulyani yang mengkhawatirkan keuangan dari PLN bangkrut karena adanya megaproyek tersebut, yaitu Rizal Ramli. 

PT PLN (Persero) menyatakan, program kelistrikan 35 ribu Mega Watt (MW) ‎tetap berjalan, meski ada kekhawatiran gagal bayar utang yang berisiko pada keuangan negara.

Direktur Utama PLN Sofyan Basyir mengatakan, belum ada perubahan mengenai program kelistrikan 35 ribu MW. PLN akan tetap membanun pembangkit dengan kapasitas total 10 ribu MW, bagian dari program tersebut.

"Enggak ada revisi, tetap‎ jalan saja," kata Sofyan, di Jakarta, Kamis (29/9/2017).

Apalagi kini PLN punya ruang yang lebih besar untuk berutang berkat revaluasi aset. Nilai aset PLN naik dari Rp 600 triliun menjadi Rp 1.180 triliun setelah revaluasi aset. "Revaluasi aset kita lakukan, equity kami naik berkat revaluasi. Kami jadi bisa mendapat kredit lebih besar," ucap Sofyan.

Berikut daftar bank-bank yang siap memberi pinjaman berdasarkan data PLN yang dikutip detikFinance:
1. World Bank, dana yang disiapkan US$ 3,75 miliar dalam 4 tahun
2. ADB, US$ 4,05 miliar dalam 5 tahun
3. JICA, US$ 5 miliar dalam 5 tahun
4. KFW, Euro 655 juta untuk transmisi dan Euro 700 juta untuk pembangkit listrik renewable (energi terbarukan)
5. AFD, Euro 300 juta
6. CEXIM, US$ 5 miliar
7. CDB, US$ 10 miliar
8. IDB, US$ 300 juta
Total potensi: US$ 28,1 miliar dan Euro 1,65 miliar

Selain itu, PLN juga memperoleh pinjaman dari bank-bank dalam negeri seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BCA.


Terkait kemampuan PLN dalam membayar utangnya, Sofyan menegaskan, saat ini keuangan PLN masih baik. ‎Tidak ada yang perlu dipermasalahkan dengan utang PLN. Utang yang telah jatuh tempo telah dibayar sesuai waktunya. Hal ini menunjukan kemampuan PLN dalam melunasi utangnya.

"Jadi itu enggak ada masalah di bank kita setiap saat melakukan itu sama debitur kita," tutur Sofyan.

Sofyan mengatakan, saat ini PLN juga memiliki ketersediaan dana pinjaman sebesar Rp 31 triliun dan tidak perlu ada kekhawatiran atas langkah PLN dalam mencari dana dengan berutang. Lantaran saat ini aset PLN cukup besar dan perusahaannya memiliki tagihan subsidi listrik ke pemerintah mencapai Rp 12 triliun untuk saat ini.

Terkait dengan bahayanya kuangan PLN bangkrut tersebut, telah disampaikan olehnya pada saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, 2015 lalu. Apa menurut Rizal Ramli terkait dengan kondisi keuangan PLN saat itu?

Pihaknya mengatakan, kalau dari hitungannya yang sudah dilakukan untuk lima tahun kedepan, Indonesia hanya membutuhkan pembangkit listrik dengan kapasitas mencapai 16.000 MW, sehingga bukan 35.000 MW.

“Kita melihat segala sesuatu dengan faktual dan logis kalau 35.000 MW tercapai 2019, maka pasokan jauh melebihi permintaan, ada idle(kelebihan) 21.000 MW. Di sana ada listrik swasta,” kata Rizal di Jakarta, Senin (7/9/2015) silam.

Dia menjelaskan, dengan adanya kelebihan kapasitas listrik 21.000 MW yang sudah dibangun oleh pihak swasta atau Independent Power Producer (IPP), sehinga PLN harus tetap membayar listrik ke pihak swasta yang berdasarkan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA), yang dilakukan antaran PLN dan IPP.

Sehingga dengan itu, terpakai atau tidak terpakai maka PLN tetap harus melakukan pembayaran kepada pihak swasta. “Maka PLN harus bayar 72% listrik dari listrik yang tidak terpakai,” tutur Rizal.

Dia mengungkapkan, PLN telah menghitung perkiraan listrik yang akan dibayarkan dari 72% atau 21.000 MW yang tidak akan terpakai kedepannya, bila dalam kurun waktu 5 tahun proyek 35.000 MW ini selesai. Jumlahnya yang cukup tinggi yaitu US$ 10,763 miliar per tahun atau sekitar Rp 150,6 triliun. Sehingga, menurutnya akan menyebabkan PLN bangkrut.

“Mau dipakai apa tidak PLN wajib bayar listrik yang tidak terpakai, 72% yang tidak terpakai dari proyek 35.000 MW itu nilainya tidak kurang dari US$ 10,763 miliar,” kata rizal.
“Bila 35.000 MW ini dipaksakan, maka membahayakan keuangan PLN, bahkan bisa berujung pada kebangkrutan,” sambung Rizal.

ANALISIS

1.      Mengapa perusahaan berhutang untuk menjalankan bisnis dan operasionalnya?

Perusahaan PLN melakukan pinjaman selain untuk mendapatkan kembali modal pinjaman juga untuk menambahkan pasokan listrik serta PLN ingin memperluas jangkauan aliran listrik bagi yang wilayahnya belum teralirkan aliran listrik.

2.      Kepada siapa perusahaan berhutang tersebut?

Perusahaan PLN mendapat pinjaman modal dari  Bank - bank yang telah disebutkan di atas mulai dari Bank dunia , ADB , JICA, KFW , AFD, CEXIM, CDB, IDB serta bank-bank dalam negeri seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BCA.

3.      Bagaimana perusahaan melakukan pembayaran utang tersebut?

Perusahaan akan melunasi kewajibannya kepada investor jika perusahaan telah jatuh tempo masa peminjaman yang telat disepakati sebelumnya , jika perusahaan mengalami kerugian dan pailit, maka perusahaan harus menjual beberapa assetnya serta melaporkan kepailitannya kepada pemerintah agar mendapat bantuan dalam melunasi utang-utangnya tersebut.



4.      Apa saja risiko yang dihadapi oleh perusahaan?

  • Risiko Likuiditas
Perusahaan memiliki risiko tidak dapat melunasi seluruh utang dan kewajibannya kepada sejumlah bank dan investornnya,  karena ada perusahan PLN wajib bayar listrik yang  terpakai maupun tidak terpakai.

Sumber Referensi : 

https://finance.detik.com/energi/3210367/tiga-masalah-ini-dinilai-hambat-proyek-pembangkit-listrik-35000-mw
http://finance.detik.com/energi/3086123/atasi-krisis-listrik-sumatera-pln-dapat-utang-rp-78-triliun-dari-adb
https://www.merdeka.com/uang/3-bank-bumn-keroyokan-beri-utang-rp-20-triliun-ke-pln.html
http://listrik.org/pln/program-35000-mw/
https://finance.detik.com/energi/3209159/garap-proyek-35000-mw-pln-utang-ke-bank-dunia-hingga-idb
http://indowarta.com/50329/ramalan-rizal-ramli-soal-proyek-35000-mw-yang-buat-pln-bangkrut/
http://www.batamnews.co.id/berita-26373-2-tahun-lalu-rizal-ramli-ramalkan-proyek-35000-mw-bisa-bangkrutkan-pln.html
http://bisnis.liputan6.com/read/3110417/pln-berpotensi-gagal-bayar-utang-proyek-35-ribu-mw-tetap-jalan
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150913173219-85-78424/dirjen-listrik-ungkap-alasan-proyek-35-ribu-mw-harus-digarap/
http://nurizzahmaulidina.blogspot.co.id/2017/04/contoh-kasus-manajemen-risiko.html

Saturday, September 30, 2017

Pengertian Resiko dan Manajemen Risiko

jenis jenis resiko


Afluxter - Pengertian Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Dalam bidang asuransi, risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan ketidakpastian, di mana jika terjadi suatu keadaan yang tidak dikehendaki dapat menimbulkan suatu kerugian. Risiko selalu menghadang setiap individu maupun berbagai institusi, termasuk organisasi bisnis. Resiko, dalam manajemen resiko, memiliki beberapa tingkatan (derajat resiko/ risk degree), yaitu resiko besar dan resiko kecil.

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya

Pengertian Manajemen resiko adalah sebuah sistem pengawasan resiko serta sistem perlindungan inventaris, harta benda, keuntungan, dan hak milik sebuah badan usaha atau perusahaan atau pun perorangan dari kemungkinan kerugian yang dialami sebagai akibat adanya suatu resiko. 

Risiko adalah ketidaktentuan atau uncertainty yang mungkin melahirkan kerugian (loos) Unsur ketidak tentuan ini bisa mendatangkan kerugian dalam asuransi. Ketidaktentuan dapat kita bagi atas :
  1. Ketidaktentuan ekonomi (economic uncertainty) yaitu kejadian yang timbul sebagai akibat dari perubahan sikap konsumen, umpama perubahan selera atau minat konsumen atau terjadinya perubahan pada harga, teknologi, atau didapatnya penemuan baru dan lain sebagainya;
  2. Ketidaktentuan yang disebabkan oleh alam (uncertainty of nature) misalnya kebakaran, badai, topan, banjir, dan lain-lain;
  3. Ketidaktentuan yang disebabkan oleh perilaku manusia (human uncertainty), umpama peperangan, pecurian, perampokan, dan pembunuhan.

Pengertian Risiko Menurut Para Ahli

Menurut Arthur Williams Dan Richard, M.H.
Resiko merupakan suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama priode tertentu.
Menurut A. Abas Salim
Resiko merupakan ketidaktentuan “uncertainty” yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian “loss”.
Menurut Soekarto
Risiko merupakan ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa.
Menurut Herman Darmawi
Resiko merupakan probabilitas suatu hasil yang berbeda dengan yang diharapkan.
Menurut Prof Dr.Ir. Soemarno, M.S.
Suatu kondisi yang timbul karena ketidakpastian dengan seluruh konsekuensi tidak menguntungkan yang mungkin terjadi disebut resiko.
Menurut Sri Redjeki Hartono
Resiko merupakan suatu ketidakpastian di masa yang akan datang tentang kerugian.
Menurut Subekti
Resiko kewajiban memikul kerugian yang disebabkan karena suatu kejadian diluar kesalahan salah satu pihak.
Menurut Ahli Statistik
Resiko merupakan derjat penyimpangan sesuatu nilai disekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata.
Menurut KBBI
Resiko merupakan kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat merugikan perusahaan.
Menurut Isto
Resiko merupakan bahaya yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang.



Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Risiko
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko
http://pengertianmanajemen.net/pengertian-manajemen-resiko/
http://www.dosenpendidikan.com/10-pengertian-risiko-menurut-para-ahli-lengkap/

Monday, August 14, 2017

Pengertian Sistem Basis Data

Pengertian Sistem Basis Data

Pengertian basis data dan sistem basis data 


  • Basis Data adalah Sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data.
  • Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
  • Sistem Basis Data adalah sistem yang terdiri dari koleksi data atau kumpulan data yang saling berhubungan dan program-program untuk mengakses data tersebut atau sistem basis data adalah DBMS + Basis Data.

Penjelasan Perbedaan Antara File Tradisional Dengan Sistem Basis Data



File Manajemen adisional
File manajemen Database
1. Program Oriented
             1      Data Oriented
2. Kaku
      2.   Luwes
3. Kerangkapan Data
      3.  Terkontrolnya kerangkapan Data









Kelemahan File Manajemen Tradisional  dan Kelemahan File Manajemen Basis data 

    Kelemahan File Manajemen Tradisional 

    • Timbulnya data rangkap & Ketidak konsistenan 
    • Data tidak dapat digunakan 
    • Data tidak dapat digunakan bersama 
    • Kesukaran dalam peng-aksesan data 
    • Tidak Fleksibel 
    • Data tidak standar

    Kelemahan File Manajemen Basis data 

    • Storage yang digunakan besar. 
    • Dibutuhkan tenaga spesialis 
    • Dibutuhkan tenaga spesialis 
    • Softwarenya mahal 
    • Kerusakan pada sistem database dapat mempengaruhi departeman lain yang terkait.

     Keuntungan Penggunaan Basis Data

    •  Control data terpusat
    •  Redundansi data dapat dikurangi dan dikontrol
    •  Ketidakkonsistensian data dapat dihindarkan
    •  Data dapat dipakai bersama (share)
    •  Penerapan standarisasi
    •  Pembatasan keamanan data (security)
    •  Integritas data dapat dipelihara
    •  Independensi data/program

    Kerugian Penggunaan Basis Data

    • Mahal, butuh biaya untuk software hardware dan user yang berkualitas
    • Kompleks, kemampuan hardware lebih besar, menjadi lebih rumit sehingga membutuhkan keahlian yang lebih tinggi.

    Sunday, May 14, 2017

    Tugas Softskill Bahasa Inggris Tugas Ke 4


    Tugas Softskill Bahasa Inggris Tugas Ke 4

    EXERCISE 40 : Inclusives.

    Supply the missing connectors (Not only ... but also ,both..and, or as well as) in the following sentences.

    Wednesday, May 10, 2017

    Tugas Softskill Bahasa Inggris Bisnis Tugas ke 3

    Tugas Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2 Bulan 3

    Exercise 36 : Causative Verbs 

    Use the correct form of the verb in parentheses in each of the following sentences.

    1. The teacher made Juan leave the room.
    2. Toshiko had her car repaired by a mechanic.
    3. Ellen got Marvin to type her paper.
    4. I made Jane call her friend on the telephone.
    5. We got our house to painted last week.
    6. Dr. Byrd is having the students write a composition.
    7. The policeman made the suspect lie on the ground.
    8. Mark got his transcripts to sent to the university.
    9. Maria is getting her hair to cut tomorrow.
    10. We will have to get the Dean to sign this form.
    11. The teacher let Al leave the classroom.
    12. Maria got Ed to wash the pipettes.
    13. She always has her car fixed by the same mechanic.
    14. Gene got his book published by a subsidy publisher.
    15. We have to help Janet to find her keys.


      Exercise 37 : Relative Clauses

    Combine the following individual sentences into single sentences with relative clauses.

    1.  The last record which produced by this company became a gold record.
    2.  Checking accounts that require a minimum balance are very common now.
    3.  The professor whose you spoke yesterday is not here today.
    4.  John whose grades are the highest in the school, has received a scholarship.
    5.  Felipe bought a camera that has three lenses.
    6.  Frank are who were nominated for the office of treasurer. 
    7.  The doctor is with a patient whose leg was broken in an accident.
    8.  Jane is the woman Whose is going to China next year.
    9.  Janet wants a typewriter whose self-corrects.
    10.  This book that I found last week, contains some useful information.
    11.  Mr. Bryant whose team has lost the game, looks very sad.
    12.  James wrote an article whose indicated that he diskiled the president.
    13.  The director of the program whose graduated from Havard University, is planning to retire next year.
    14.  This is the book that I Have been looking for all year.
    15.  William whose brother is a lawyer, want to become a judge.

       Exercise 38 : Relative Clause Reduction

    Reduce the relative clauses in the following senteces

    1.  George is the man chosen to represent the committee at the convention.
    2.  All of the money accepted has already been released.
    3.  The papers on the table belong to Patricia.
    4.  The man brought to the police station confessed to the crime.
    5.  The girl drinking coffe, is Mary Allen.
    6.  John’s wife, a professor, has written several papers on this subject.
    7.  The man talking to the policeman, is my uncle.
    8.  The book on the top shelf, is the one that I need.
    9.  The number of students have been counted is quite high.
    10.  Leo Evans, a doctor, eats in this restaurant every day. 

      Exercise 39 : Subjunctive

    Correct the errors in the following sentences, if there are no errors, write correct

    1. The teacher demanded that the student leave the room
    2. It was urgent that he call her immediately
    3. It was very important that we delay discussion
    4. She intends to move that the committee suspends discussion on this issue
    5. The king decreed that the laws take effect the following month
    6. I propose that you should stop this rally
    7. I advise you to take the prerequisites before registering for this course
    8. His father prefers that he attends a different university
    9. The faculty stipulated that the rule be abolish
    10. She urged that we find another alternative